Liga Champions Asia: Persipura Jalani Partai Usiran

Berita Bola: Jakarta - Usai menjuarai Indonesian Super League (ISL), Persipura Jayapura harus menelan pil pahit. Sebagai wakil Indonesia di Liga Champions Asia musim depan, 'Tim Mutiara Hitam' tak boleh bermain di kandangnya, Stadion Mandala.
Hal ini ditegaskan oleh Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, ketika ditanya mengenai peluang stadion berkapasitas 20.000 penonton untuk menggelar laga kandang Persipura di kompetisi tersebut. Saat ini Stadion Mandala memang belum memenuhi standar internasional yang diminta oleh AFC.
Namun demikian, bila kandang Persipura itu sudah diperbaiki dan memenuhi standar internasional, tetap saja ada satu syarat krusial yang harus dipenuhi.
Dikatakan Nugraha, satu syarat krusial itu adalah bandara Sentani di Jayapura bukan berstatus sebagai bandara internasional, di mana syarat itu termaktub dalam peraturan Asosiasi Sepakbola Asia (AFC).
"Pertama, tak ada penerbangan interasional yang sampai ke Papua. Selain itu, jarak dari bandara ke stadion juga terlalu jauh. Sedangkan standar internasional itu jarak tempuhnya hanya dua jam perjalanan," ungkap Nugraha kepada para wartawan.
Lalu, apakah ada usul mengenai tempat alternatifnya? Nugraha pun menyebut Stadion Andi Matalata (Mattoangin) di Makassar sebagai venue sementara Persipura. Makassar punya bandara Hasanuddin sebagai bandara internasional dan stadion PSM Makassar itu sudah memenuhi standar karena pernah dipakai menjadi tuan rumah Liga Champions Asia 2001.
Pernyataan Nugraha tersebut seakan memupus harapan Persipura untuk berlaga di kandang sendiri pada Liga Champions musim depan. Padahal beberapa usaha sudah dilakukan mereka, termasuk meminta bantuan pada Pemerintah setempat.
Selain itu, ada beberapa lembaga swadaya masyarakat yang juga sudah mengajukan dukungan untuk perbaikan stadion. Salah satunya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) provinsi Papua. Melalui ketuanya, Daud Ngabalin, KNPI mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan renovasi terhadap Stadion Mandala.
Tak hanya Persipura yang harus gigit jari. Persiwa Wamena, yang menjadi runner-up ISL musim ini, harus rela tak menggelar laga kandang di Stadion Pendidikan.
Sebagai wakil Indonesia lainnya di kompetisi Asia, stadion Persiwa juga tak memenuhi standar AFC. Lokasi mereka yang berada daerah pegunungan Jaya Wijaya dan sulitnya transportasi membuat 'Tim Badai Pegunungan' itu harus mencari tempat alternatif untuk menggelar partai kandang.
(dtc/mrp)








